TASAWUF DI INDONESIA
A. Sejarah Perkembangan Tasawuf Di Indonesia
Tasawuf diindonesia banyak diminati lantaran kebudayaan lama bangsa Indonesia yang bersafat mistik/mistik maupun mitos-mitos yang banyak berkembang,sebagai mana diutarakan pada kebudayaan bangsa Indonesia sebelum Islam. Tasawuf mudah masuk pada lini kebudayaan msyarakat Indonesia yang bercorak Mistis, hal ini dikarenakan aanya kemiripan dalam ajaran Tasawuf dengan kebudayaan lama bangsa Indonesia, kemiripan itu ada metode pendekatan dengan Tuhan, yakni pendekatan dengan Tuhan suatu symbol kesempurnaan, yang dapt dikatan peleburan {kesatuan antara Tuhan dan manusia} hal ini sebagai tingkatan tertinggi baik pada paham Al-hulul yang di bawa Al-Halaj maupun paham Wahdah Al-Wujud yang dibawa oleh Muhyidin Al-Arabi maupun paham Ma’rifah yang tokoh terkenalnya Robiah Al-Adawiyah. Semua merupakan bagian dari sutu metode agara bagaima dapat dekat, bersatu, melebur menjadi Tuhan.{menjadi satu kesatuan} hal ini hamper menyerupai dengan metode keagamaan Hindu maupun Budhadalam upaya mencapai kepada tingkatan tertingginya yakni menjadi berahmana seorang yang hendak mencapai berahmana harus mempunyai criteria-kriteria tertentu.bedanya Hindu Maupun Budha yaitu terletak pada penyatuan dengan tuhannya yang berbeda. Hal ini jelas karena perbedaan agama maupun tuhan yang berbeda.
Tasawuf di Indonesia terbagi berdasarkan territorial wilayah beberapa wilayah yang sudah berkembang dan sudah banyak pengikutnya yaitu , Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi. Dengan tokoh-tokohnya di pulau Jawa oleh Wali Sanga, Sumatra oleh Hamjah fansuri, Kalimantan oleh Syekh Ahmad Khatib As-sambasi, Sulewesi oleh Syekh Yusuf Tajul Khalawati Al-Makasari.
B. Tokoh-tokoh Tasawuf di Indonesia
1. Hamzah Al-Fansuri
a. Riwayat hidup Hamzah Al-Fansuri
Hampir semua penulis sejarah Islam mencatat bahwa Syekh Hamzah Fansuri dan muridnya Syekh Syamsudin Sumatrani terasuk tokoh sufi yang sepaham dengan Al-Hajjaj.Paham hulul, ittihad, mahabbah dan lain-lain adalah seirama. Syekh Hamzah Fansuri diakui salah seorang pujangga Islam yang sangat populer dizamannya, kesustraan Melayu dan Indonesia. Namanya tercatat sebagai seorang kaliber besar dalam perkembangan Islam di nusantara dari abadnya hingga kini Orang baynyak menentang Al-Fansuri krena paham wihdatul wujud, hulul, ittihad-nya sehingga terlalu mudah bagi orang lain mengecap dirinya sebgagai orang zindiq, sesat, kafir, dan sebagainya.Ada orang yang menyangka dirinya sebagai pengikut ajaran Syi’ah. Ada juga yng mempercayai bahwa ia bermahdzab Syafi’i dibidang fiqh. Dalam tasawuf, ia mengikuti tarekat Qadiriyah yang dbangsakan pada Syekh Abdul Qadir Al-Jailani.
Karya-karyanya antara lain: Syair burung Pingai, Syair Dagang, Syair Punggguk, Syair sidang Faqir, Syair Ikan Tongkol, dan Syair Perahu. Yang bersifat ilmiah seperti Asrarul ‘Arifin fi Bayani ‘Ilmis Suluki wat Tauhid, Syarbul ‘Asyiqin Al-Muhtadi, Ruba’i Hamzah Al-Fansuri. Hamzah Fansuri sangat giat menhajarkan ilmu tasawuf menurut keyakiannya.
b. Ajaran Tasawuf Hamzah Al-Fansuri
Pemikiran Al’Fansuri tentang tasawuf banyak dipengaruhi Ibn ‘Arabi dalam paham Wahdat wujud-nya. Sebagi seorang sufi ia mengajarkan bahwa Tuhan lebih dekat dari leher manusia itu sendiri, dan Tuhan tidak bertempat dimana-mana.
Ajaran tasawuf Al-fansuri yang lain berkaitan denagn hakikat wujud dan penciptaan. Menurutnya, wujud itu hanyalah satu walaupun kelihatannya banyak. Dari wujud yang satu itulah hanyalah satu walaupun keliatnnya banyak. Dari wujud yang satu ini, ada yang merupakan kulit( mazhar, kenyataan lahir) dan ada yang berupa isi (kenyataan batin).
2. Nuruddin Ar-Raniri
a. Riwayat Hidup Nuruddin Ar-Raniri
Beliau lahir di pelabuhan tua di pantai Gujarat,India. Nama lengkapnya adalah Nuruddin Muhammad bin Hasanjin Al-Ahmid Asy-Syafi’i Ar-Raniri.
Menurut catatan Azyumardi Azra, Ar-Raniri merupkan tokoh pembaharuaan di Aceh. Ia mulai melancarkan pembaharuan Islamnya di Aceh. Ia mulai melancarkan pembaharuan Islamnya di Aceh mendapat pijakan yang kuat di istana Aceh. Pembaharuan utamanya adalah memberantas aliran wujudiyyah yang di anggap aliran sesat. Ar-Raniri dikenal pula sebagai sseorang Syekh Islam yang mempunyai otoritas untuk mengeluarkan fatwa menentang aliran wujudiyyah ini. Bahkan lebih jauh ia mengeluarkan fatwa yang mengarah pemburuan terhadap orang-orang sesat.
Karya-karyanya antara lain: Ash- Shirath Al-Mustaqim (fiqh, bahasa melayu), Bistan As-Salatin fi dzikr Al-Awwalin wa Al-Akhirin (bahasa melayu), Durrat al-Faraidh bi syurhi Al-‘Aqa’id (akidah, bahasa melayu), Syifa’ Al-Qulub(cara-cara berdzikir, bahasa melayu)
b. Ajaran Tasawuf Nuruddin Ar-Raniri
Tentang Tuhan
Ia berpendapat bahwa ungkapan ‘wujud Allah dan alam Esa’ berarti bahwa alam ini merupakan sisi lahiriyah dari hakikatnya yang batin, yaitu Allah, sebagaimana yang dimaksud Ibn ‘Arabi. Namun, uangkapan itu pada hakikatnya adalah bahwa alam ini tidak ada. Yang ada hanyalah wujud Allah yang Esa. Jadi, tidak dapat dikatakan bahwa alam ini berbeda atau bersatu dengan Allah.
Tentang Alam
Ar-Raniri berpandangan bahwa alam ini diciptakan Allah melalui tajalli. Alam dan falak, menurutnya, merupakan wadah tajalli asma dan sifat Allah dalam bentuk yang konkret.
Tentang Manusia
Menurutnya, manusia merupakan makhluk yang paling sempurna didunia ini sebab manusia merupakan khalifah Allah di bumi yang dijadikan sesuai dengan citra-Nya.
Tentang Wujudiyyah
Inti ajaran ini, menurut Ar-Raniri perpusat pada wahdat al-wujud, ang disalah artikan kaum wujudiyyah dengan ‘kemanunggalan Allah dengan alam’.
Tentang Hubungan Syariat dan Hakikat
Pemisahan antara syariat dan hakikat, menurut Ar-Raniri merupakan sesuatu yang benar.
3. Syekh Abdur Rauf As-Sinkili
a. Riwayat hidup Abdur Rauf As-Sinkili
Abdur Rauf As-Sinkili adalah seorang ulama dan mufti besar kerajaan Aceh pada abad ke-17(1606-1637 M). Beliau adalah tokoh tasawuf dari Aceh yang pertama kali mengembangkan Thariqat Syatariyah di Indonesia.As-Sankili mempunyai banyak murid slah satunya adalah Syekh Burhanidin Ulakan yang turut aktif mengembangkan tarekat Syattiriyah.
Karya-karyanya antara lain: Mir’at Ath Thullab (fiqh syafi’i di bidang muamalah), Hidayat Al-Baligha (fiqh tentang sumpah, kesaksian, kesaksian, peradilan, pembuktian dll), Umdat Al-Mihtajin(tasawuf)
b. Ajaran Tasawuf Abdur Ra’uf As-Sinkili
As-sinkili berusaha merekonsiliasi antara tasawuf dan syariat. Ajaran Tasawuf As-Sinkili yang bertalian denagn martabat perwujudan Tuhan. Menurutnya ada tiga martabat perwujudan Tuhan. Pertama, martabat ahadiyyah atau la ta’ayyun, yaitu alam dan waktu itu masih merupakan hakikat gaib yang masih berada didalam ilmu Tuhan. Kedua, martabat wahdah atau ta’ayyun awal, sudah tercipta haqiqat Muhammadiyyah, yang potensial bagi terciptanya alam. Ketiga, martabat wahidiyyah atau ta’ayyun tsani, yang dissebut denagn ‘ayan tsabitah, dan dari sinilah alam tercipta.
4. Syekh Yusuf Al-Makasari
a. Riwayat hidup Syekh Yusuf Al-Makasari
Syekh yusuf Al-makasari adalah seorang tokoh sufi agung yang berasal dari Sulawesi. Ayahnya bernama Abdulloh dan ibunya bernama Aminah, sejak kecil di didik dalam lingkungan yang islami belajar kepada ulama-ulama setempat namun yang menarik perhatiaannya adalah kecintaannya untuk memperdalam ilmu tasawuf. Menginjak remaja beliau belajar kepada seorang ulama terkenal di Makasar bernama Syech Jalaludin al aidit.
b. Ajaran Tasawuf Syekh Yusuf Al-Makasari
Menurut Syech Yusuf bahwa Tauhid adalah komponen penting dalam ajaran Islam maka bagi yang tidak percaya tentang tauhid dikategorikan sebagai kafir. Hakekat Tuhan sendiri menurut Syech Yusuf adalah kesatuan dari sifat-sifat yang saling bertentangan dan tak seorangpun dapat memahami Sirr ( rahasia) kecuali mereka yang telah di beri Kasyaf oleh Tuhan. Beliau menegaskan bahwa seseorang yang mengamalkan Syariat itu lebih baik daripada orang yang mengamalkan Tasawuf tapi mengabaikan ajaran Hukum Islam.
Sumber: DR.Rosihon Anwar,M.Ag, Akhlak Tasawuf cetakan 1,Bandung:Pustaka Setia, 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar